Cara merawat baterai li-ion

Ponsel, laptop dan hampir semua konsumen
perangkat elektronik menggunakan baterai isi ulang
atau baterai Lithium-ion. Memang sulit untuk
menghilangkan kebiasaan lama, seperti meninggalkan
laptop/ponsel sambil dicharge terlalu lama hingga
sudah full pun masih dicharge. Kebiasaan itu
hendaknya dirubah, terus bagaimana cara merawatnya
supaya awet?
Tipe baterai ini tak lagi memiliki memory effect.
Jadi anda bisa mengisi ulangnya tanpa menunggu
baterai habis. Baterai Li-Ion memiliki “life
circle” (siklus hidup) yang lebih pendek. Bahkan
apabila dicas berlebihan akan menurunkan kemampuan
baterai ini. Anda mungkin pernah atau bahkan sering
mendengar istilah “memory effect”. Efek memori hanya
terjadi pada baterai ponsel jenis NiCad dan NiMH.
Gambaran singkatnya sebagai berikut jika setiap anda
mengisi baterai hanya sebesar 60%, maka suatu saat
baterai akan lupa bahwa masih ada ruang sebesar 40%
yang belum terisi. Baterai akan menganggap 60%
adalah 100% alias baterai terisi penuh. Rugi bukan?
Namun jangan takut efek memori tersebut hanya
terjadi pada tipe baterai lama seperti NiCad dan NiMH.
Tehnik lama cara pengisian baterai tidak berlaku
di sini, jadi lupakan saja segala hal yang Anda tahu.

Ada beberapa cara bagaimana Anda seharusnya
menggunakan baterai Li-ion:

Jangan biarkan bekerja sepenuhnya
sepanjang waktu. Kendalikan
penggunaaannya, jangan sering men-
charge baterai.

Jangan menyimpan baterai Li-ion terisi
penuh sepanjang waktu. Jika Anda
tidak menggunakan baterai Anda,
mungkin menderita kerugian dari
kapasitas.

Jauhkan baterai pada suhu dingin atau
pada suhu yang teramat panas, tidak
baik untuk itu.

Jika Anda akan menyimpan baterai
Anda, biarkan tersisa 40% -50% charge
dan menyimpannya di tempat yang
dingin.

Jaga jangan sampai baterai terjatuh
atau terkena benturan dengan keras
karena akan merusak fisik baterai.
Matikan ponsel terlebih dahulu sebelum
melepas baterai. Langkah ini sering
diabaikan oleh kita. Jika anda
melakukannya performa baterai bisa
turun drastis.

Jangan meletakkan baterai di bawah
sinar matahari langsung.

Jangan sampai baterai melakukan
kontak dengan benda-benda metal,
terutama pada bagian konektor karena
akan menimbulkan arus pendek.

Pada ponsel, ada beberapa tips untuk menghemat
konsumsi baterai seperti :
Matikan bunyi-bunyian yang tak perlu
seperti bunyi keypad, kamera, bunyi flip
saat dibuka.

Jangan gunakan mode getar terlalu
lama. Vibrator ponsel mengkonsumsi
daya lumayan banyak. Lebih baik
gunakan volume ringtone yang lebih
kecil jika anda sedang rapat atau
pertemuan. Atau gunakan mode silent/
sunyi.

Atur backlight ponsel anda jika tidak
sedang digunakan. Misalkan atur
backlight agar mati setelah 10 menit
ponsel tak anda sentuh.

Dengan mengetahui cara merawat baterai Li-ion yang
baik, niscaya usia baterai tersebut menjadi lebih
panjang dan awet.

http://situswarta.blogspot.com/2011/04/tips-merawat-baterai-li-ion-lithium-io.html?m=1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s